Skip to main content

Q&A seputar masalah susahnya mendapat keturunan

Assalamu 'alaikum Wa Rahmatullahi Wa barakatuh

Mau tanya.
Ada seseorang nggk punya anak setelah menikah bertahun-tahun

Anak ini durhaka kepada orang tuanya..
Nah apakah dengan dia durhaka pada orang tua nya penyebab tidak bisa melahirkan keturunan..
Maksudnya orang tua nya
Menyumpahkan anaknya tidak bisa mempunyai keturunan..

Jawaban:
Wa 'alaikumussalam Wa Rahmatullahi Wa barakatuh

Pertama2, perlu difahami bahwa Allah menentukan apakah si fulan memiliki anak keturunan atau tidak

Allah berfirman:

اَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَا نًا وَّاِنَا ثًا  ۚ وَيَجْعَلُ مَنْ يَّشَآءُ عَقِيْمًا ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ
au yuzawwijuhum zukroonaw wa inaasaa, wa yaj'alu may yasyaaa`u 'aqiimaa, innahuu 'aliimung qodiir

"atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 50)

sebagaimana kita ketahui bahwa nabi zakaria alaihi salam dapat memiliki anak di usianya yg sangat tua dan istrinya mandul

Allah berfirman:

قَا لَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَا نَتِ امْرَاَ تِيْ عَا قِرًا وَّقَدْ بَلَـغْتُ مِنَ الْـكِبَرِ عِتِيًّا
qoola robbi annaa yakuunu lii ghulaamuw wa kaanatimro`atii 'aaqirow wa qod balaghtu minal-kibari 'itiyyaa

"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"
(QS. Maryam 19: Ayat 8)

Jika kondisi nabi zakaria saja bisa seolah2 berlawanan dengan logika akal, maka lebih jelas, seseorang bisa saja tidak memiliki anak walaupun dalam kondisi sehat dan subur.

Oleh karenanya, tetaplah berusaha dan berdoa agar semoga diberikan anak keturunan yang shalih.
Salah satu cara yang hendaknya ditempuh adalah dengan memohon ampun kepada Allah atas dosa2 yg dilakukan.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ غَفَّارًا ۙ 

"maka aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun,"
(QS. Nuh 71: Ayat 10)

يُّرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا ۙ 

"niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,"
(QS. Nuh 71: Ayat 11)

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَ مْوَا لٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّـكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّـكُمْ اَنْهٰرًا ۗ 

"dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."
(QS. Nuh 71: Ayat 12)

Jika memang dirasa pernah berbuat durhaka pada orang tua, terlebih hingga orang tua mendoakan keburukan bagi sang anak (seperti misalnya agar tidak diberi keturunan), maka hendaklah memohon ampunan dan keridhoan orang tua, dan meminta orang tua mendoakan dengan kebaikan, karena doa orang tua, adalah termasuk doa2 yang mustajab.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Dan yang lebih penting lagi, nasihat untuk kami pribadi dan semuanya, bahwa durhaka terhadap orang tua termasuk dosa2 besar yang paling besar dan memungkinkan untuk dirasakan akibat buruknya segera, yakni di dunia, sebelum di akhirat.

Maka hendaklah kita menjadi anak2 yang berbakti pada orang tua kita dan menjadikan amalan bakti pada mereka membawa kita pada pintu surga yang kita yang paling tengah.

Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Keterangan Hadis

Dalam Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi disebutkan keterangan al-Baidhawi,

وقال القاضي البيضاوي؛ والمعنى أن أحسن ما يتوسل به إلى دخول الجنة ويتوسل به إلى وصول درجتها العالية مطاوعة الوالد ومراعاة جانبه , وقال غيره : إن للجنة أبوابا وأحسنها دخولا أوسطها , وإن سبب دخول ذلك الباب الأوسط هو محافظة حقوق الوالد

Al-Qadhi Baidhawi mengatakan, “Makna hadis, bahwa cara terbaik untuk masuk surga, dan sarana untuk mendapatkan derajat yang tinggi di surga adalah mentaati orang tua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan, ‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nnyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu itu adalah menjaga hak orang tua.’ (Tuhfatul Ahwadzi, 6/21).

Allahu ta'ala a'lamu

Comments

Popular posts from this blog

DI ANTARA PENYEBAB ANAK INDIGO

💠💦💠💦💠💦💠  *DI ANTARA PENYEBAB ANAK INDIGO* 🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸 🔥 *Anak menjadi indigo karena dahulu kakek moyangnya* *ada yang melakukan persekutuan dengan jin, sehingga ketika kakeknya wafat, si* *jin ini merasuk ke dalam tubuh salah satu anak atau cucu atau keturunannya.* 💥 *Ini adalah penyakit, karena manusia normal* *tidak mampu dan tidak boleh memiliki kemampuan seperti itu,* 🔖 Allāh Ta’ālā berfirman : . _“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”(QS Al-A’raf : 27)_ . ✅ *Anak indigo bisa melihat penampakan jin karena ia mendapatkan bantuan jin yang* *merasuk ke dalam di...