Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

AJARAN TASAWUF MERUSAK AQIDAH ISLAM

AJARAN TASAWUF MERUSAK AQIDAH ISLAM Oleh : Syekh ‘Abdul Azîz bin ‘Abdullâh al-Husaini Imam Syafi’i rahimahullah : “Seandainya seorang menjadi sufi (bertasawwuf) di pagi hari, niscaya sebelum datang waktu Zhuhur, engkau tidak dapati dirinya, kecuali menjadi orang bodoh”. (al-Manâqib lil Baihaqi 2/207) Wihdatul mashdar menjadi salah satu ciri Ahlu Sunnah wal Jama’ah dalam penetapan masaail aqidah, Mereka hanya berlandaskan misykâtun nubuwwah, wahyu dari Allâh Azza wa Jalla , tidak memandang akal, qiyas dan kasyf sebagai bagian sandaran aqidah. Justru tiga hal tersebut akan bertentangan banyak dengan nash al-Kitab dan Sunnah. Sehingga amat aneh bila ada orang yang mendahulukannya di atas hujjah-hujjah al-Qur`an dan Hadits. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja pernah menegur ‘Umar bin Khaththâb Radhiyallahu anhu dari sekedar melihat-lihat lembar Taurat [1] yang sebelumnya merupakan kitab yang diturunkan dari langit meski tidak telah dimasuki oleh tahrif-tahrif hasil penye...

EMBUN PAGI

💧💦 *EMBUN PAGI*💦💧 Sabtu, 27 Oktober 2018 18 Safar 1440 H ~~~~~~~~~~~~~~~~ 🍏 اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ *“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya....

DI ANTARA PENYEBAB ANAK INDIGO

💠💦💠💦💠💦💠  *DI ANTARA PENYEBAB ANAK INDIGO* 🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸 🔥 *Anak menjadi indigo karena dahulu kakek moyangnya* *ada yang melakukan persekutuan dengan jin, sehingga ketika kakeknya wafat, si* *jin ini merasuk ke dalam tubuh salah satu anak atau cucu atau keturunannya.* 💥 *Ini adalah penyakit, karena manusia normal* *tidak mampu dan tidak boleh memiliki kemampuan seperti itu,* 🔖 Allāh Ta’ālā berfirman : . _“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”(QS Al-A’raf : 27)_ . ✅ *Anak indigo bisa melihat penampakan jin karena ia mendapatkan bantuan jin yang* *merasuk ke dalam di...

NASEHAT UNTUK PENDIRI ORGANISASI, JAMA’AH DAN PARTAI

NASEHAT UNTUK PENDIRI ORGANISASI, JAMA’AH DAN PARTAI [Tafsir Al-Qur’an Surat Al-An’am ; 159] Oleh Al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ “Artinya ; Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Alloh, kemudian Alloh akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” [Al-An’am ; 159] MUQADDIMAH Lembaga Dakwah pada zaman sekarang menyebar di mana-mana. Mereka mendirikan organisasi, partai dan beberapa jama’ah, mereka berdalih untuk memperjuangkan Islam. Akan tetapi kenyataan yang ada, mereka saling berpecah-belah. Mereka merasa kelompoknya yang paling benar, para pengikutnya pun merasa bangga dengan pemimpinnya, keputusan pemimpin seperti wahyu i...

Hukum Menggunakan Biji Pala sebagai Bumbu Dapur

Waalaikumussalam Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى 1. Biji pala merupakan sesuatu yang memabukkan, sebagaimana ditegaskan oleh banyak ulama. Adapun buahnya, maka tidak tergolong memabukkan, sebagaimana dibuktikan dengan percobaan, wallohu a’lam. 2. Memakan biji pala secara terpisah diharamkan, walaupun sedikit, karena dia memabukkan ketika dimakan dalam takaran banyak. Nabi -shollalohu alaihi wasallam- telah bersabda: “Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya juga diharamkan”. 3. Menjadikan biji pala sebagai bumbu masakan dan penyedap rasa, bila kadarnya sedikit dan tidak sampai memabukkan, maka dibolehkan, karena sifat memabukkan yang menjadi ‘illat haramnya’ telah hilang, dan hukum itu berputar bersama illatnya, sehingga ketika ‘illat haramnya’ hilang, maka ‘hukum haramnya’ pun hilang. 4. Diantara ulama yang memilih pendapat ini: Ibnu Farohun Almaliki, Arromli Asy Syafii, Sy Albani, Sy Ali hasan Alhalabi, Sy Kholid Muslih, Sy Sulaiman Almajid, ...